Tadarus
Perlu ada terjemahan -
Ibadat paling baik di bulan ramadhan ialah mengaji Al-Quran.
Dirikan solat. Tanda orang beriman bila dia melakukan solat.
Solat tanda org beriman.
Tadarus
Perlu ada terjemahan -
Ibadat paling baik di bulan ramadhan ialah mengaji Al-Quran.
Dirikan solat. Tanda orang beriman bila dia melakukan solat.
Solat tanda org beriman.
Lebih afdal meninggalkan mengumpat pada siang hari dr mendirikan solat pada malam hari.
Amalan-amalan kita disaring di antara 7 langit kerana mengumpat, riya' sombong dll.
Kepatuhan kepada suami boleh membawa ketaatan kepada Allah. Dosa dengan suami, minta maaf dengan suami. Kelembutan dalam rumah tangga.
Punca manusia ego dengan manusia kerana ego dengan Allah. Bersyukur kpd Allah kerana ada orang menegur kita. Kerana itulah hakikat Allah mendidik kita, manusia melalui manusia lain.
Lihat apa yang ditegur adalah cara Allah mendidik kita, kita menjadi kurang marah.
Lihat apa yang ditegur - betul atau tidak. Bukan siapa yang menegur.
Orang yang ego:-
Kalau org atas (boss), dia mudah marah.
Kalau dia org bawah (staff), dia mudah merajuk.
Perlunya pendidikan di pejabat, kuliah fardu ain, kuliah kesedaran & tarbiyah. Jangan hanya mengejar produktiviti. Satu, ilmu kemahiran & satu lagi, soft skills (hatinya dapat melihat kerja itu satu ibadah). Dan bagaimana kawan-kawan itu dapat menegakkan keimanan & ketakwaan. Menjadikan seluruh kerja sebagai ibadah kepada Allah. Bekerja bukan utk majikan sahaja, tp utk Tuhan.
Melihat sahabat yg tak bertegur sapa. Menjadi org tgh / pendamai yang baik, perlu ada niat yang ikhlas, ilmu & kemahiran. Dalam syariat, bagi maklumat yg boleh mendamaikan.
"Saya tengok sejak dia berkrisis dengan kamu, dia asyik bermuram durja, nampak sedih tu... rasa-rasa macam nak minta maaf.."
"Saya rasa kalau dia minta macamana..?"
"Rasanya dia dah menyesal.."
Dalam mendamaikan, kita boleh menceritakan cerita tidak sepenuhnya benar tetapi melalui tafsiran kita.
Yang penting, niat & doa sungguh-sungguh untuk mendamaikan kawan kita.
Berhati-hatilah dgn urusan manusia..
Selesaikan urusan dengan manusia, perlu minta halal & minta maaf.
Menyempurnakan hajat lebih baik menunaikan iktikaf.
Ibadah & ukhwah.
Siapa yang paling baik ibadahnya dengan Allah, in shaa Allah dia adalah paling tinggi ukhwahnya sesama manusia.
What is Ibadah?!
The term “Ibadah” (worship) in Islam is not only confined to the pillars of Islam as it comprises many other goodly aspects. Allah [Exalted be His mention] says [what means]:
“And I did not create the jinn and mankind except to worship Me.”
{Surat Adh-Dhariyat 51: Verse: 56}
Many people mistakenly understand the term “worship” to mean living an ascetic way of life. This is not true at all. In Islam, worship is not [only] restricted to prayer, going to the masjid, giving in charity, or going for Hajj, as one can even turn permissible acts such as sleeping, eating, drinking, going to work, etc. into an act of worship. How is that?! By having a good intention! So, if one sleeps with the intention to rest his body so he can have more energy to worship Allah then this is a good intention. If one goes to work so he can provide for his family and those under his care, then this is a good intention which he will be rewarded for.
Mu’aadh (may Allah be pleased with him) said: I sleep and I get up (to pray at night), and I seek reward for my sleep as I seek reward for my getting up.
[Narrated by al-Bukhari]
The Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) said: “You will never spend anything that you spend for the sake of Allah, but you will be rewarded for it, even the morsel of food that you put in your wife’s mouth.”
[Narrated by Al-Bukhari]
Sheikh ul-Islam Ibn Tayimah (May Allah have Mercy on him) gave a very comprehensive definition of the word “Ibaadah” as he said: “Al-Ibadah is a collective term for all of the deeds and words which Allah loves and is pleased with [whether] inward or outward.”
WHAT CAN I DO DURING MY PERIOD?
Many sisters feel that they cannot do much of Ibaadaat while on their monthly period, this is not true. Allah (Exalted be His mention) gave us the blessing of time, we should take advantage of it in doing things that are pleasing to Him. So, here is a list of ten easy Ibaadaat that can be done during the period:
1. Make lots of du’a (supplication) to Allah
Being in that state of ritual impurity should not prevent you from making du’a.
It is reported from An-Nu’man bin Bashir (May Allah be pleased with him) reported the prophet (Peace & blessing of Allah be upon him) said: “Du’a is worship.”
[Abu Dawud]
2. Visit a close family member
When you are visiting one of your close family members make sure to have the intention of keeping good ties of kinship between both of you.
The prophet (Peace & blessings of Allah be upon him) said: “And he who believes in Allah and the Last Day should unite his ties of kinship.”
[Reported by Al-Bukhari]
3. Make lots of Istighfaar (seeking forgiveness from Allah) and dhikr (remembrance of Allah)
This can be done when you are cooking, cleaning, going to work, going to the shop, etc. Allah [Exalted be His mention] says [what means]:
“O you who have believed, remember Allah with much remembrance.”
[Surat Al-Ahzab: 33: Verse: 41]
4. Give Da’wah to Muslims and non-Muslims
This can be by sharing an Islamic post on face book, sharing Islamic knowledge in general through media, and most importantly being a good example through your manners, speech and actions. Allah says what means: “And who is better in speech than one who invites to Allah and does righteousness and says, “Indeed, I am of the Muslims.” [Surat Fussilat: 41: Verse: 33]
And the prophet (Peace & blessings of Allah be upon him) said: “Convey from me even if it is (only) one ayah (verse).”
[Narrated by al-Bukhari]
5. Read beneficial books
Choose books that will help you understand more about Islam, purpose of this life and duties towards our creator. Anas ibn Malik said, the Messenger of Allah (peace be upon him) said: “Seeking knowledge is obligatory upon every Muslim.”
[Sunan Ibn Majah]
6. Visit the sick
It is one of the rights upon another Muslim to visit them when they are sick, and not only that, there are great virtues for visiting the sick as mentioned by our beloved Prophet (Peace & blessings of Allah be upon him): “When the Muslim visits his (sick) Muslim brother, he is harvesting the fruit of paradise until he returns.” [Narrated by Muslim]. This would also enable us to be more thankful to Allah for the good health that we have and content with the condition we are in.
7. Listen to the Qur’an frequently
Listening to the Qur’an would enable you to prefect your recitation of the Qur’an, help you revise what you memorized, and constantly remembering Allah in your heart and mind.
8. Help others
If you see your sister in Islam going through hard circumstances, do what you can to help her. One day if you are in that same position, Allah will bring to you someone who will help you too.
9. Smile in your sister’s face
By doing so, we are following the prophet’s sunnah and will be rewarded for it Insha’Allah.
10. Spread the greeting of “Salam”
This should be done with those [sisters] we know or never met before. The prophet (Peace be upon him) said: “You will not enter paradise until you believe, and you will not believe until you love one another. Shall I tell you about something which, if you do it, will make you love one another? Greet each other with Salam.”
[Muslim]
In conclusion, let’s renew our intentions and make sure we are doing all these good deeds sincerely for Allah’s sake and following the footsteps of our beloved prophet Muhammad and his companions (May Allah be pleased with them all).
Authored by Dina Aboubasha
Edited by Nasmira Firdous
Umur 82 Tahun, Hafal Al Qur’an
UMMU Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.
Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih yang dimuat Majalah Ad-Dakwah di Malaysia.
Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?
Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.
Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat. Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.
Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.
Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?
Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP). Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku. Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka. Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.
Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.
Bagaimana metode yang Anda gunakan untuk menghafal?
Setiap hari, kami hanya menghafal 10 ayat saja. Pada ba’da Ashar, Kami selalu duduk bersama. Putriku membaca ayat, kemudian aku menirukannya hingga 3 (tiga) kali. Setelah itu putriku menerangkan makna dari ayat-ayat yang Kami baca. Lantas membaca kembali ayat-ayat tersebut hingga 3 (tiga) kali.
Keesokan harinya, sebelum berangkat ke sekolah putriku mengulangi ayat-ayat tersebut untukku. Tak cukup itu saja, saya pun menggunakan tape recorder untuk mendengar murattal Syaikh Al-Hushairi, dan aku mengulanginya hingga 3 (tiga) kali. Aku pun mendengar murattal tersebut pada sebagian besar waktuku.
Kami menetapkan hari Jum’at, khusus untuk mengulangi kembali ayat-ayat yang kami hafal selama satu pekan. Demikian seterusnya, saya dan putri bungsuku selalu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara tersebut.
Kapan Anda selesal menghafal seluruh Al-Qur’an?
Kira-kira 4,5 tahun berjalan aku sudah hafal 12 Juz dengan cara yang telah saya sebutkan. Kemudian putriku pun menikah. Ketika suaminya mengetahui kebiasaan kami, dia pun mengontrak sebuah rumah yang dekat dengan rumahku untuk memberikan kesempatan kepadaku dan putriku untuk menyempurnakan hafalan kami.
Semoga Allah membalas kebaikan menantuku dengan kebaikan yang lebih baik. Dialah yang selalu menyemangati kami, bahkan terkadang dia menemani kami untuk menyimak hafalan kami, menafsirkan ayat-ayat yang kami baca, dan juga memberikan pelajaran-pelajaran berharga kepada kami.
Tiga tahun kemudian, putriku tersibukkan dengan urusan anak-anaknya dan pekerjaan rumahnya. Sehingga tidak bisa melazimi kebiasaan yang telah kami jalani. Putriku pun merasa khawatir hafalanku menjadi terbengkalai. Maka, putriku pun mencarikan untukku seorang ustadzah agar dapat menemaniku menyempurnakan hafalanku.
Dengan taufik Allah Azza Wajalla aku pun telah purna menghafalkan seluruh Al-Qur’an. Semangat putriku pun masih membara untuk menyusulku menjadi hafizhah Al-Qur’an. Bahkan, tidak mengendur sedikit pun.
Cita-cita Anda sangat tinggi, dan Anda pun telah mewujudkannya. Siapakah sosok wanita di sekitar Anda yang selalu mendukung Anda?
Motivasi saya telah jelas dan terang. Putri-putriku, juga para menantu perempuanku pastinya selalu mendukungku. Walau hanya satu jam, kami sepakat untuk mengadakan pertemuan sepekan sekali. Dalam pertemuan itu kami menghafal beberapa surat, dan saling menyimak hafalan. Terkadang pertemuan itu pun macet. Tetapi kemudian mereka bersepakat kembali untuk bertemu. Saya yakin, niat mereka semua sangat baik.
Tak ketinggalan pula, cucu-cucu perempuanku yang selalu memberikan kaset-kaset murattal Al-Qur’an. Hingga aku pun selalu memberi mereka bermacam-macam hadiah.
Awalnya, tetangga-tetanggaku juga tidak simpatik dengan cita-citaku. Mereka selalu mengingatkanku betapa sulitnya menghafal di usia yang daya ingatnya telah lemah. Tetapi ketika mereka melihat kebulatan tekadku, akhirnya mereka pun berbalik mendukung dan menyemangatiku. Ada di antara tetanggaku yang juga ikut tersulut semangatnya untuk menghafal, dan sedikit demi sedikit hafalannya pun mulai bertambah.
Ketika tetangga-tetanggaku mengetahui bahwa aku telah purna menghafal seluruh Al-Qur’an, mereka pun sangat berbahagia. Hingga kulihat air mata bahagia menetes di pipi mereka.
Sekarang, apakah Anda merasa kesulitan untuk muraja’ah (mengulangi) hafalan?
Saya selalu mendengarkan murattal Al-Qur’an, dan menirukannya. Demikian juga ketika shalat, saya selalu membaca beberapa surat panjang. Terkadang pula saya meminta salah seorang putriku untuk menyimak hafalanku.
Di antara putra-putri Anda, adakah yang juga hafizh seperti Anda?
Tak ada satu pun dari mereka yang hafal keseluruhan Al-Qur’an. Tetapi, insya Allah mereka selalu berusaha mencapai cita-cita menjadi hafizh. Semoga Allah menyampaikan mereka pada hal tersebut dengan bimbingan-Nya.
Setelah hafal Al-Qur’an, tidak terpikirkan untuk menghafal hadits?
Saat ini, saya telah hafal 90 hadits, dan saya tetap berkeinginan untuk melanjutkannya, Insya Allah. Saya menghafalnya dengan mendengarkan dari kaset. Pada setiap akhir pekan, putriku membacakan untukku 3 (tiga) hadits. Sekarang, saya telah mencoba untuk menghafal hadits lebih banyak lagi.
Setelah kurang lebih 12 tahun Anda disibukkan dengan menghafal Al-Qur’an, perubahan apa yang Anda rasakan dalam kehidupan Anda?
Benar, saya merasakan perubahan yang mendasar dalam diri saya. Walau sebelum menghafal–untuk Allah segala pujian—saya selalu menjaga diri untuk senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setelah disibukkan dengan menghafalkan Al-Qur’an, justru saya merasakan kelapangan hati yang tak terkira, dan sirnalah seluruh kecemasan dalam diriku. Saya pun tidak pernah menyangka akan terbebas dari perasaan khawatir terhadap urusan-urusan yang menimpa anak-anakku.
Moral dan spiritku benar-benar terangkat. Hingga aku pun rela berpayah-payah untuk mewujudkan kerinduanku dalam mewujudkan cita-citaku. Inilah nikmat terbesar yang diberikan oleh Sang Khaliq Azza Wajalla kepadaku sebagai wanita tua, suami pun telah tiada, dan juga anak-anaknya pun mulai berkeluarga.
Di saat wanita lanjut usia lainnya terjebak dalam angan-angan dan lamunan. Tetapi aku —segala puji hanya untuk Allah— tidak merasakan hal yang demikian. Saya benar-benar tersibukkan dengan urusan besar yang memiliki faedah di dunia dan akhirat.
Ketika itu, apakah Anda tidak berpikir untuk mendaftarkan diri pada sebuah pesantren penghafal Al-Qur’an?
Pernah beberapa wanita yang mengusulkan kepadaku, tapi saya adalah wanita yang terbiasa untuk berdiam diri di dalam rumah dan jarang sekali keluar rumah. Alhamdulillah, karena putriku telah mencukupi segalanya dan membantuku dalam segala urusan. Sungguh, putriku benar-benar tidak ada duanya. Aku pun telah banyak mengambil pelajaran darinya.
Apa saran Anda kepada wanita yang telah lanjut usia, dan menginginkan untuk dapat menghafalkan Al-Qur’an, tetapi terhalang oleh rasa khawatir dan merasa tidak mampu untuk melaksanakannya?
Saya katakan, “Jangan berputus asa terhadap cita-cita yang benar. Teguhkanlah keinginanmu, bulatkan tekadmu, dan berdoalah kepada Allah di setiap waktu. Kemudian, mulailah sekarang juga. Setelah umurmu berlalu dan kau curahkan seluruhnya untuk memenuhi tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, mendidik anak, dan mengurus suami. Maka sekarang saatnyalah Anda memanjakan diri. Bukan berarti kemudian memperbanyak keluar rumah, memuaskan diri dengan tidur, bermewah-mewah, dan banyak beristirahat. Tetapi memanjakan diri dengan amal shalih. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon khusnul khatimah.
Nasihat Anda terhadap para remaja?
Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Nikmat Allah berupa kesehatan, dan banyaknya waktu luangmu, maksimalkanlah untuk menghafal kitab Allah Azza Wa Jalla. Inilah cahaya yang akan menyinari hatimu, hidupmu, dan kuburmu setelah engkau mati.
Jika kalian masih memiliki ibu, bersungguh-sungguhlah dalam membimbingnya menuju ketaatan kepada Allah. Demi Allah, tidak ada nikmat yang lebih dicintai seorang ibu kecuali seorang anak shalih yang mau menolongnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla.
[Koin untuk penghafal qur’an]
Copy paste dr group sblh..
RAHSIA BUAT ANAK ANDA SOLAT TANPA PERLU
DISURUH….DIBEBEL…DAN DIPUKUL?
-MAHA SUCI ALLAH SWT-
Anak perempuan saya umur 13 tahun dan sangat ‘liat’ nak
solat.
Satu hari, terlintas di hati nak pantau anak saya solat.
Boleh dia hampar sejadah atas lantai je.. tapi tak solat.
Bila saya tanya dah solat ke belum, katanya ‘dah’.
Saya rasa sangat marah… dah la tak solat…menipu pulak…
Disebabkan perasaan marah, saya pukul anak saya….
Masyaa Allah, saya tahu saya dah buat silap.
Saya menangis dan saya mohon ampun pada Allah.
Saya dah pukul anak saya, saya dah bebel-bebel, saya dah
bagi warning… tapi anak saya tetap tak berubah… susah
dan liat nak solat..
Pada suatu hari, ada kawan bagitau saya satu cerita.
Dia ada pergi ke rumah salah seorang kawan lamanya.
Kawannya tu tak la kuat agama sangat, tapi bila azan
berkumandang, anak-anaknya terus bergegas bangun untuk
solat.
Tak perlu disuruh….
Kawan ni tanya la macam mana nak buat anak-anaknya
solat tanpa perlu disuruh..
Beliau berkata, “sebelum saya berkahwin saya baca doa ni
dan saya masih amalkan sampai sekarang”
Sejak dari hari tu, saya tak putus-putus baca doa ni.
Saya baca dalam sujud..setiap kali solat dan bila-bila je…
doa.. doa.. dan doa….
Alhamdulillah, sejak mengamalkan doa ni, anak perempuan
saya yang dulu liat solat dah mula berubah…
solat tak perlu disuruh dah…solat Subuh pun boleh bangun
sendiri, tak payah saya kejutkan.
Dan Alhamdulillah, adik beradik yang lain pun semuanya ikut
kakak dioarang.. solat tanpa perlu disuruh..
Doanya adalah dalam Surah Ibrahim [14], ayat # 40
Dan Doa adalah …
“Rabbij ‘al nii muqiimas solaati, wa min zurriyyatii, rabbanaa
wataqobbal Du’aa’…..
[14:40] “Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang yang
mendirikan solat dan demikianlah juga zuriat keturunanku.
Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doa permohonanku”
.
Sila share jika rasa ilmu ini bermanfaat…
Dalam bulan ramadhan, Rasulullah spt tidak kenal anak isteri kerana dilipat kali ganda utk melakukan ibadah. Terutama 10 malam terakhir.
Amalan dlm bulan Ramadhan
1- Siang hari, bykkan mengaji Al-Quran. Wajib khatam Al-Quran 2 kali setahun. Dalam Ramadan, sekali.
2- Malam hari, baginda solat sunat terawih.
3- Perbanyakkan ucapan zikir, Ashaduallailahaillah, Waashanduannamuhammadarrasulullah.
4- Perbanyakkan Istigfar. Allah rantaikan syaitan yg degil, Allah menjanjikan keampunan. Waktu terbaik istigfar, waktu sebelum sahur.
Be in the world as a traveller. Always traveller. Difficulties we face today will be different tomorrow..
Solat & zikir.
Hope - Allah mercy. Never too late until we die.
Kategory kaya:-
1- Kaya dalaman
2- Kesihatan
3- Legasi - Ilmu yg bermanfaat, doa anak soleh & sedekah jariah.
4- Perhubungan - ukhwah yg baik
5- Kerjaya
6- Pengalaman
7- Ekonomi - Business yang mendapat redha Allah. Bertawakal kpd Allah, Allah akan memberI rezeki tanpa disangka2.
Sharing kuliyah cinta ilmu tv-alhijrah ptg td,ustaz badli shah..
Amalan yg mendapatkn doa para malaikat;
1. Sentiasa tidur dlm keadaan berwuduk
2. Menunggu waktu solat
3. Duduk sof dpn dlm solat
4. Menyambung sof dlm solat
5. Mengaminkn alfatihah dlm solat
6. Duduk di tempat solat selepas selesai solat
7. Solat subuh n asar bjemaah
8. Mdoakan saudaranya tanpa diketahui oleh saudaranye
9. Infaq fi sabilillah
Jom amalkan
Buat anak-anak yang Ibu dikasihi, Abg Faaz Mikael, Kak Leen Humaira & Hana Sofea… Tidaklah Ibu melahirkanmu dengan niat untuk menjadik...