#Tazkirah Wednesday#
ُالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بِسْمِ اللهِ الرَّحمَٰنِ الرَّحِِيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ
وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد
Tazkirah 29 Muharram 1437 @ 11 Nov 2015
BURUKNYA MENGUMPAT & ATASILAH SEBELUM TERLAMBAT!!!
Di zaman yang dikatakan orang sebagai zaman teknologi moden ini, kebiasaan berkumpul antara satu sama lain tanpa tujuan yang jelas, sudah menjadi makanan sehari-hari yang rasanya wajib untuk dilakukan di kalangan masyarakat kita.
Kebiasaan berkumpul tersebut akan terasa hambar jika tidak diselangi dengan percakapan hangat tentang pihak ketiga yang biasa dikenali dengan istilah GOSIP.
Media-media masa yang lain juga tidak kalah dalam ‘memasyarakatkan’ ghibah. Akhbar, radio, bahkan media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram dan lain-lain. Semuanya berlumba-lumba untuk menyajikan berita terbaru mengenai gossip yang sedang hangat dibincangkan, bahkan terkadang mengangkat kembali berita-berita lama yang sudah ‘basi’, tujuannya hanya sekadar untuk mendapat rating yang tinggi dan sensasi.
Tahukah wahai saudaraku kebiasaan yang disebutkan di atas merupakan salah satu bentuk ghibah.?????
Imam Muslim meriwayatkan dalam sebuah hadith dari Abu Hurairah RA, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
أَتَدْرُونَ مَا اَلْغِيبَةُ?
قَالُوا: اَللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ.
قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ.
قِيلَ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ?
قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اِغْتَبْتَهُ, وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهٌُ
“Tahukah anda apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.” Kemudian beliau bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membencinya. Ditanyakan (salah seorang dari para sahabat bertanya), ”Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan itu terdapat pada saudaraku?” Nabi SAW menjawab : “Jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.” (HR. Muslim)
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 12:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“ Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan prasangka, kerana sebahagian dari prasangka itu adalah dosa. dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang dan janganlah mengunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Berdasarkan hadis dan firman Allah SWT di atas dapat di ambil suatu kesimpulan tentang takrifan ghibah iaitu menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka jika hal tersebut disebutkan. Baik mengenai jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriahnya dan sebagainya.
Cara manusia mengumpat pun bermacam-macam di antaranya dengan membukakan aib, meniru tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang digunjingkan dengan maksud memperolok-olokkan atau memperkecilkan orang lain.
Rasulullah SAW sangat mengambil berat masalah mengumpat ini. Suatu hari Aisyah pernah berkata kepada Rasulullah tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Maka beliau ? bersabda:
لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَو مُزِجَتْ بِمَاءِ البَحْرِ لَمَزَجَتْهُ
“Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut nescaya akan merubah air laut itu.” (HR. Abu Dawud).
Dalam hadith yang lain Rasulullah SAW bersabda:
المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud.)
Semoga Allah pelihara lidah dan seluruh anggota kita dari ghibah..aamiiin
Selamat beramal dan beristiqomah.
No comments:
Post a Comment