Bismillah...
Assalamu alaikum
Sedekah Yang Paling Besar Pahalanya
أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَان ( رواه البخارى )
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: "Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata,: Wahai Rasulullah, "Sedekah apakah yang paling besar pahalanya?". Baginda menjawab: "Kamu bersedekah ketika kamu dalam keadaan sihat dan kikir, takut menjadi fakir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba nyawamu berada di halkum. Lalu kamu berkata, yang ini milik si polan dan yang itu milik si polan. Padahal harta itu sudah menjadi milik si polan (ahli warisnya).
(HR Bukhari : 1330)
Saudaraku,
Sedekah adalah memberi atau mengeluarkan sebahagian dari harta yang Allah kurniakan kepada kita. Ketahuilah bahawa;
a) Sedekah yang paling besar pahalanya ialah sedekah ketika kita sihat dan berasa sayang dengan harta tersebut malah kita bimbang harta akan berkurangan apabila bersedekah dan kita pula berhasrat dengan mengumpul harta itu untuk menjadi kaya.
b) Bersedekah perlu disegerakan. Jangan ditunda kerana bimbang kematian menjemput kita!.
وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
"Dan belanjakanlah sebagian (Bersedekahlah) dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
(Q.S.63:10)
c) Segeralah bersedekah, jangan tunggu sehingga nyawa sudah sampai dihalkum (tenggorokan). Bila kita mati, harta yang ditinggalkan akan menjadi harta waris untuk difaraidkan, bukan milik kita. Bila ia menjadi hak orang lain, ia tidak mendatangkan manfaat kepada si mati.
Yang kekal menjadi milik kita sehingga hari kiamat (pahala jariah) ialah sesuatu yang kita sumbangkan kepada orang lain. Itulah antara harta yang akan menjadi aset pahala kita di akhirat.
-------------------------------------
Ya Allah, tumbuhkan dalam jiwa kami keinginan untuk selalu bersedekah sebelum mati
No comments:
Post a Comment