Allah bersamaku..
Allah melihatku..
Allah menyaksikanku..
Kemudian baca Al-Fatihah
Namanya Sahl bin ‘Abdullah rahimahullah. Nantinya kita akan mendapatinya sebagai seorang tokoh yang terkenal dengan kebijakan dan ia termasuk orang yang shalih.
Ketika itu umurnya masih tiga tahun. Ia terbangun, saat malam telah merangkak naik. Dan ia melihat pamannya (Muhammad bin Siwar rahimahullah) sedang melaksanakan shalat.
Pada suatu hari, Muhammad bin Siwar bertanya kepada keponakannya tersebut, “Apakah kamu mengingat Allah yang telah menciptakanmu?”
Sahl bin ‘Abdullah menjawab, “Bagaimana cara untuk mengingat Allah paman?”
Muhammad bin Siwar menjawab, “Katakanlah di dalam hatimu di saat kamu berbaring di tempat tidurmu tiga kali tanpa menggerakkan lisanmu: ‘Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku.'”
~
Kemudian Sahl bin ‘Abdullah mengucapkan kalimat itu selama beberapa malam, lalu ia menceritakannya kepada pamannya.
Lalu Muhammad bin Siwar berkata, “Ucapkanlah kalimat tersebut setiap malam tujuh kali.”
Kemudian Sahl mempraktekkannya, lalu menceritakannya lagi kepada pamannya.
Muhammad bin Siwar berkata lagi, “Ucapkanlah kalimat tersebut setiap malam sebanyak sebelas kali.”
Kemudian Sahl bin ‘Abdullah mengatakan kepada pamannya bahwa ia telah merasakan suatu kelezatan.
Setelah setahun lamanya, Muhammad bin Siwar berkata kepadanya, “Jagalah apa yang telah aku ajarkan kepadamu dan lakukanlah hingga kamu meninggal, niscaya akan bermanfaat bagimu di dunia dan di akhirat.”
Maka kalimat yang diajarkan oleh pamannya senantiasa ia lazimi hingga bertahun-tahun, dan ia selalu mendapatkan kelezatan di dalam dirinya.
Pada suatu hari, pamannya berkata kepadanya, “Wahai Sahl, barang siapa yang Allah bersamanya, merasa diawasi oleh-Nya, merasa disaksikan-Nya, apakah ia akan bermaksiat kepada-Nya? Maka jauhilah olehmu perbuatan maksiat.”
~
Demikianlah, tulisan ini dibagikan untuk menambah wawasan. Bahwa sebenarnya kita tidak kemana-mana. Kita hanya (dan selalu) berada di hadapan Allah semata. Dimana pun kita berada, dengan siapapun kita bersama, dengan perbuatan apapun yang kita lakukan. Sadar tidak sadar kita sedang dilihati Allah. Yang tidak pernah tertidur dan juga tidak lengah.
Kisah Sahl bin ‘Abdullah rahimahullah dan pamannya memberikan pelajaran bagi kita, meski masih kanak-kanak, kita diajarkan untuk memberikan teladan; mengajari; menanamkan dalam diri tentang makna keimanan, muraqabah, serta akhlak yang mulia pada mereka. Mata dan telinga seorang anak selalu terikat dengan apa yang dilihat dan didengarkannya.
http://kuttab-rumahquran.com/index.php/2019/11/10/mendulang-faidah-dari-masa-kecil-para-ulama-sahl-at-tustari-1/
https://setapaklangkah.wordpress.com/2014/08/22/nasihat-menjelang-tidur-allah-bersamaku-allah-melihatku-allah-menyaksikanku/
No comments:
Post a Comment