اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَشْكُو ضَعْفَ قُوَّتِي وَقِلَّةَ حِيلَتِي وَهَوَانِي عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَأَنْتَ رَبِّي، إِلَى مَنْ تَكِلُنِي، إِلَى بِعِيدٍ يَتَجَهَّمُنِي، أَمْ إِلَى عَدُوٍّ مَلَّكْتَهُ أَمْرِي، إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ غَضَبٌ عَلَيَّ فَلَا أُبَالِي، وَلَكِنَّ عَافِيَتَكَ هِيَ أَوْسَعُ لِي، أَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذِي أَشْرَقَتْ لَهُ الظُّلُمَاتُ، وَصَلَحَ عَلَيْهِ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْ أَنْ يَنْزِلَ بِي غَضَبُكَ، أَوْ يَحِلَّ عَلَيَّ سَخَطُكَ، لَكَ الْعُتْبَى حَتَّى تَرْضَى، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ
Maksudnya: “Ya Allah, kepada-Mu aku mengadu lemahnya aku ini, serta kurangnya daya upayaku serta hinanya aku dalam kalangan manusia. Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihani, Engkau adalah Tuhan orang yang lemah, Engkau adalah Tuhanku, kepada siapa Engkau serahkan aku ini? Adakah kepada orang jauh yang mencari kesempatan untuk menyerangku? Atau adakah kepada musuh yang Engkau serahkan urusanku kepadanya? Jika engkau tidak memurkaiku, maka aku tidak akan mempedulikan, akan tetapi kesejahteraan daripada-Mu adalah lebih luas untukku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menerangi segala kegelapan serta menyebabkan urusan dunia dan akhirat ini menjadi baik, agar janganlah kemurkaan-Mu menimpa kepadaku atau Engkau menjadi murka kepadaku. Bagi-Mu keredaan sehingga Engkau benar-benar meredainya, tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan pertolongan-Mu jua.” [Riwayat al-Tabarani (14/139). Disebut dalam Tarikh Dimasyq oleh Ibn Asakir (49/152) dan Zad al-Ma’ad (3/28)]
No comments:
Post a Comment